MEMEK SEMPIT IBUKU BAGIAN 2
Ibuku kemudian membersihkan sisa maniku yang menetes di tangannya dan
batang kemaluannku. Tak kusangka ibuku kembali menelan calon-calon
cucunya ke dalam perutnya. Tapi aku sih asyik-asyik saja ibuku mau
menghisap batang kemaluanku saat kami masih di dalam mobil. Kami
berciuman dan melanjutkan perjalanan pulang dan kemudian tidur seranjang
dan "bermain" lagi.
Kami berdua terus melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain. Sejak
persetubuhan kami yang pertama, sebulan kemudian ibuku merasa dia hamil,
dan ibu bilang bahwa sebelum bersetubuh denganku, ibu sudah lebih dari 3
bulan tidak bersetubuh dengan ayahku, karena memang ayahku terlalu
sibuk dengan perusahaan, dan hotel-hotelnya. Ibuku bilang ibu hamil
olehku karena selain dengan ayahku dan aku, ibu belum pernah perhubungan
seks dengan lelaki lain.
Ibu menggugurkan kandungannya karena dia tidak mau punya bayi dari aku,
aku pun tidak mau mempunyai bayi dari rahim ibuku. Tapi kami masih terus
melakukannya lagi dan selalu tidur bersama bila adik dan pembantuku
sudah tidur.
Persetubuhan dan hubungan kami berjalan lancar selama dua tahun tanpa
ada yang curiga atau mengetahuinya. Sampai suatu hari, bulan Oktober
2000 ibuku telah berumur 41 tahun, tapi tubuh dan wajahnya masih tetap
fit, dan seksi, walaupun ada sedikit keriput dan lipatan kecil di
wajahnya, namun semua itu malah menjadikan ibuku makin sensual dan
dewasa. Sedangkan aku berumur 20 tahun.
Suatu hari aku dan ibuku mulai merasakan getara-getaran dan keinginan
untuk bercinta lagi. Malam itu pembantu kami pulang ke kampungnya dan
adik perempuanku belum pulang. Aku yang merasa bebas mulai merayu dan
menggoda ibuku, dan ibu pun menanggapi rayuanku dengan sensualitas yang
ibu punya. Kami kemudian telah berpelukan mesra dan berciuman dengan
hotnya, sambil berciuman kami membuka pakaian kami dan tanpa sadar kami
telah telanjang. Setelah melakukan oral seks yang ibuku sangat senangi,
aku mulai menusuk lubang kemaluan ibuku dengan batang kejantananku yang
menurut ibu makin nikmat.
Aku terus menggoyang pingulku naik turun dan ibu mengimbanginya dengan
goyangan pinggulnya, setelah beberapa saat ibuku mencapai orgasmenya
yang kedua setelah pada oral seks tadi ibu telah orgasme. Saat itu
posisiku sedang menindih tubuh ibuku yang kelelahan karena ibuku baru
orgasme, aku terus menggoyang pinggulku mengocok batang kemaluanku di
dalam lubang kemaluan ibu, dan mungkin karena staminanya yang mulai
berkurang ibuku hanya pasrah, aku mengocok terus dan membiarkan aku
menusuk lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku yang besar.
Tanpa aku sadari ibuku melirik ke arah pintu kamar, dan ternyata disitu
telah berdiri asyik perempuan yang sedang memperhatikan kegiatan kami.
Aku kaget tapi nafsuku masih mengalahkan rasa kagetku dengan kenikmatan
lubang kemaluan ibuku yang masin basah. Ibuku menyuruhku memperlambat
tusukanku.
Dengan masih pada posisiku menindih tubuhku ibu bilang, "Sayang.. tuh
ada Vika kalau dia mau kamu terusin aja sama Vika, Mami mau istirahat
dulu," aku masih menggoyang pinggulku namun sekarang dengan perlahan.
Ibuku bilang, "Vika sayang, sini kita gabung aja sekalian.." ajak ibuku
pada adikku.
Aku pun seperti mendapat angin bilang pada asyikku, "Vik.. kalo enggak
mau aku habiskan sama Mami aja.." sambil mengerang kenikmatan.
Seperti dihipnotis, adikku Vika yang baru masuk kuliah berjalan menuju
ke arah kami berdua, dan ibu menyuruhku agar aku mencabut batang
kemaluanku dari lubang kemaluannya. Saat kucabut, batang kemaluanku
berdenyut karena sedang enak-enaknya dijepit, harus dicabut. Ibuku
kemudian menuju Vika yang sudah berada di samping tempat tidur, kemudian
menciumnya dan meremas payudara adikku itu, dan sepertinya Vika setuju.
Kemudian dia naik ke ranjang, dan aku pun mencium bibir Vika. Hangat
dan penuh sensasi saat kucium bibir adikku.
Aku mencoba meremas payudaranya yang agak kecil dibanding ibuku, tapi
terasa payudara Vika lebih kencang dan padat. Aku meminta dia membuka
kaos ketatnya, memang Vika adalah gadis masa kini, wajahnya cantik
dengan kulit yang halus dan mulus, juga putih dan bersih. Rambutnya
hitam sepunggung dan tubuhnya yang tinggi semampai, lebih tinggi dari
ibuku dan pinggul yang tidak terlalu besar, tapi mempunyai payudara yang
serasi dengan tubuhnya yang seksi. Ukuran bra-nya mungkin 34B, karena
terlihat saat dia melepaskan kaosnya terlihat dadanya yang busung ke
depan dan terlihat sangat indah.
Vika tersenyum saat melihat batang kemaluanku yang besar dan berdenyut,
aku mengira Vika sudah tidak perawan lagi, karena saat dia mulai
menghisap batang kemaluanku, dia terlihat tidak kaku dan sangat
profesional. Bibir dan mulutnya yang kecil seakan tidak muat untuk
melahap batang kemaluanku yang besar, hisapannya kuat dan nikmat walau
tidak sekuat dan senikmat hisapan ibuku. Vika terus mengocok dan
menghisap batang kemaluanku sementara aku mendesah dan meringis keenakan
menikmati sedotan adikku, dan sambil kubelai rambutnya.
Setelah Vika puas, aku kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah ibuku
yang hanya memperhatikan kedua anaknya berhubungan seks. Aku membuka bra
Vika, dan keluarlah gunung kembar Vika yang putih dan kencang dengan
puting yang masih merah segar. Kuremas gemas payudara Vika sambil
kuhisap putingnya, adikku hanya melenguh dan mendesah pelan saat kuhisap
dan gigit kecil puting susunya. Aku jadi bingung, dia mau tidak kalau
aku setubuhi. Aku yang tadi hampir orgasme di lubang kemaluan ibuku
sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke lubang kemaluan Vika.
Dengan agak kasar kubuka celana panjangnya dan CD-nya sekaligus, Vika
menjerit kecil dan ibu mengingatkanku agar tidak kasar pada adikku. Aku
melihat pemandangan yang sangat indah tidak kalah indahnya saat aku
pertama kali melihat pemandangan indah selangkangan milik ibuku dulu.
Lubang kemaluan adikku dipenuhi bulu-bulu halus yang lebat tapi tertata
rapi. Aku sudah tidak tahan lagi, kuhisap dan kujilat lubang kemaluan
milik adikku itu, Vika mengejang dan bergetar saat kujilat klitorisnya,
dia mulai mendesah kenikmatan, dan ternyata Vika lebih cepat orgasme
dibanding ibuku. Terlihat saat kujilat dan kuhisap lubang kemaluannya,
lubang kemaluannya mengeluarkan cairan kental hangat yang langsung
kuhisap habis.
Setelah kuhisap semua cairan lubang kemaluan adikku, aku bangun dan
kemudian berlutut tepat di selangkangan Vika. Aku mengangkat pinggul
Vika sedikit, dan dengan agak berjongkok dengan tumpuan di lututku,
pantat Vika kusimpan di dadaku hingga lubang kemaluan Vika tepat berada
di depan batang kemaluanku yang terus berdenyut. Dengan sedikit seret
dan dorongan yang agak keras, kumasukkan batang kemaluanku ke dalam
lubang kemaluan adikku yang masih terasa seret dan menggigit. Kenikmatan
otot lubang kemaluan dan seretnya liang senggama Vika memang lebih
Gunakan UC Browser untuk menikmati lagu Terbaru! Download Sekarang!
nikmat dari lubang kemaluan ibuku, namun aku merasakan sensasi yang
lebih dasyat saat aku menyetubuhi ibuku.
Ternyata Vika saat aku "garap" tubuhnya hanya diam dan mendesah kecil,
saat batang kemaluanku penuh mengisi lubang kemaluannya, Vika mulai
menggila. Desahannya malah semakin keras dan sensual. Tubuhnya bergoyang
seperti penari ular, dan goyangan pinggulnya bergoyang sangat dahsyat.
Aku yang tadi akan menguasai "permainan" hampir kalah dan dikuasai oleh
Vika.
Beberapa saat Vika menguasai permainan kami. Dengan posisi yang sama
saat kutusuk batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Vika, Vika
langsung menguasai permainan, pahanya dijepitkan ke pinggangku,
pinggulnya berputar membuat batang kemaluanku yang ada dalam lubang
kemaluan Vika seperti dipilin-pilin nikmat. Akh.. gila juga adikku ini.
Aku terus memompa pinggulku meladeni putaran pinggul Vika, dan tanganku
mulai beroperasi, payudara Vika yang terus bergoyang kuremas dan
kumainkan puting susu Vika dengan jariku. Vika mendesah dan terus
menjerit kecil saat permainan mulai kukuasai kembali, sambil kukocok
batang kemaluanku di lubang kemaluan Vika, tanganku meremas dan
memainkan puting Vika.
Sementara kuhisap dan ciumi bibir Vika yang sensual, tipis dan merah
menantang. Sesekali kuhisap putingnya yang membuat dia merem-melek, dan
posisi itu berubah dengan Vika menungging dan aku menusuk dari belakang.
Dengan posisi ini aku lebih leluasa meremas payudara Vika yang
menggantung, pinggulnya kembali berputar dan maju-mundur mengimbangi
kocokan batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya yang makin basah
dan nikmat. Kemudian gerakan Vika makin cepat, erangan dan desahan Vika
makin kuat dan keras.
Vika meraih tanganku dan meletakkannya di payudaranya agar aku
meremasnya. Dengan goyangan pinggul yang dasyat, tubuh Vika mengejang
dan bergetar, dan dia memekik tertahan dan kurasakan cairan hangat
membanjiri lubang kemaluan Vika dan membasahi batang kemaluanku tanda
Vika sedang orgasme. Tiba-tiba tubuhnya yang tadi liar tergeletak
lunglai. Aku melihat mata Vika terpejam saat kucium lehernya, sedangkan
goyanganku pun aku perlambat agar Vika merasakan semua kenikmatan yang
dia baru rasakan. Kubelai pinggangnya dan pinggulnya, dan dengan sekali
gerakan kuputar tubuh Vika sehingga posisi kami kembali berhadapan tanpa
aku mencabut batang kemaluanku di dalam lubang kemaluan Vika. Aku
merasakan jepitan yang sangat nikmat saat kuputar tubuh adikku tadi.
Kini kaki Vika kusandarkan di bahuku, hingga dia benar-benar
mengangkang, dan dengan leluasa kuhabiskan sisa-sisa tenagaku untuk
menghabisinya di dalam lubang kemaluan adikku.
Tidak lama dalam batang kemaluanku ada desakan dari dalam, dan.. "Cret..
cret.. creet.." air maniku tumpah di dalam lubang kemaluan Vika.
Saat itu aku mendesah dan mengerang keenakan. Lalu kurebahkan tubuhku di
atas tubuh Vika dan sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan itu kucium
lembut dan mesra bibir Vika, dan Vika pun membalas ciumanku, kami
berciuman dengan mesra.
Keringat kami membasahi tempat tidur dan kemudian ada suara, "Aduh ini
anak Mami, keasyikan main sampai Mami dilupain gini.." sahut mami
menggoda kami berdua yang memang dari tadi lupa kalau di sebelah kami
berdua ada mami yang masih telanjang dan menonton aksi kami kakak-adik
bertempur.
Aku langsung mencabut batang kemaluanku dari lubang kemaluan Vika yang
basah kuyub, dan kemudian ibu mengulum batang kemaluanku, membersihkan
cairan maniku dan cairan lubang

kemaluan Vika.
Aku dan Vika tersenyum pada mami, dan kami kemudian berbaring di satu
ranjang, dengan aku di tengah mereka.
"Vik.. ternyata kamu kuda liar juga, padahal waktu gue garap body lo, lo
diem aja.." godaku pada adikku.
Vika hanya tersenyum dan bilang, "Mam.. makasih udah ngajak Vika gabung,
kalo enggak rugi Vika enggak tau kalau Kak Bobi dasyat banget.."
Kami bertiga pun tertawa, lalu ibuku bilang, "Bob, kalau Mami capek atau
kalau ada Papi, kamu tidur sama Vika saja, asal jangan ribut banget
saja kayak tadi.."
Aku cuma senyum kecil sambil kucium adikku.
"Dan kalo enggak ada Papi kita tidur bertiga aja.." ajak Vika.
Aku sangat setuju dengan ajakan Vika.
Kami bertiga tidur seranjang hingga pagi, dan pagi hari kami main lagi
bertiga di dapur. Mulai saat itu kami terus melakukannya sampai
sekarang, dimana kami mau dan kapan kami mau kami pasti melakukannya,
dengan motto kapan saja, dimana saja kami bermain.
Sekitar dua bulan setelah aku main pertama kali dengan Vika, dan saat
kami bersetubuh, Vika bilang kalau dia lagi hamil dua bulan. Dia bilang
dia hamil sama aku, soalnya dulu waktu pertama kali berhubungan, dia itu
lupa bilang kalau dia biasa main sama cowoknya, cowoknya harus pakai
kondom, sedangkan dulu aku "muncratin" maniku di dalam lubang kemaluan
Vika. Jadi, pertama aku hamili ibuku yang digugurkan, sekarang aku
hamili adikku, dan dia bilang mau digugurkan dan aku setuju sekali,
soalnya aku tidak mau punya anak dari adikku dan Vika tidak mau punya
anak dari aku, kakaknya. Gila..!
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar